Universitas Gresik (UniGres) menjadi tempat pelaksanaan sesi Tes Wawancara pada kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi Bahasa Mandarin, Kamis (24/09/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik, dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik dalam upaya meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus memperluas akses terhadap peluang di dunia kerja. Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Gresik tersebut turut mendapat kunjungan langsung dari Bupati Gresik, H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, Zainul Arifin, S.STP., M.M. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia kerja dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan zaman.
Bupati Gresik: Kompetensi Menjadi Modal Membuka Peluang
Tes wawancara menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi. Melalui tahapan tes wawancara ini, calon peserta tidak hanya dinilai dari kesiapan dan motivasi dalam mengikuti program pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk memahami pentingnya pengembangan kompetensi sebagai bekal dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Selain dari Disnaker Gresik, proses seleksi tersebut turut melibatkan Dr. A. Faizin, S.S., M.Hum. dan M. Ainul Yaqin, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Sastra Inggris Universitas Gresik, sebagai pewawancara. Keterlibatan keduanya menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk menggali potensi, motivasi, serta kesiapan calon peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian Pelatihan Berbasis Kompetensi Bahasa Mandarin. Melalui proses wawancara yang dilakukan secara terstruktur, diharapkan dapat diperoleh peserta yang memiliki komitmen dan kesiapan untuk mengembangkan kompetensinya sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
Dalam kunjungannya, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.MB.
memberikan perhatian terhadap pelaksanaan program pelatihan Bahasa Mandarin
yang dinilai memiliki relevansi dengan pengembangan kompetensi generasi muda. Bupati berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan secara
berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda Gresik memperoleh
kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi
dinamika dunia kerja. Pelatihan Bahasa Mandarin diharapkan tidak berhenti pada penguasaan
kemampuan berbahasa, tetapi dapat menjadi bagian dari proses membangun sumber
daya manusia yang adaptif, kompeten, dan memiliki daya saing.
Semangat tersebut sejalan dengan berbagai langkah Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Tenaga Kerja dalam memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal. Dalam sejumlah program pelatihan yang diselenggarakan pada 2026, Disnaker Gresik menekankan pentingnya kompetensi tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan semakin berkembangnya dunia industri dan terbukanya berbagai peluang kerja, kemampuan tambahan seperti penguasaan bahasa asing dapat menjadi salah satu bekal yang memperluas ruang gerak generasi muda dalam mengembangkan karier.Kolaborasi antara Universitas Gresik dengan Pemerintah Kabupaten Gresik dan Dinas Tenaga Kerja menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang lebih terintegrasi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi, sementara pemerintah daerah berperan dalam memfasilitasi masyarakat agar memperoleh akses terhadap peningkatan keterampilan dan informasi ketenagakerjaan. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Zainul Arifin, S.STP., M.M. dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penyelenggaraan pelatihan yang mengacu pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Disnaker Gresik juga terus mengembangkan berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Pendekatan tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Dalam kegiatan Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Gresik pada Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Gresik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan industri untuk menyiapkan talenta lokal yang kompeten sesuai kebutuhan industri.
Saat sesi wawancara berlangsung, kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Usman Sadar Gresik serta dosen dari PoltekSI Gresik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi generasi muda. Pelatihan Bahasa Mandarin diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi peserta dalam meningkatkan kemampuan komunikasi, memperluas wawasan budaya, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja yang semakin terbuka. Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga didorong untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan berbagai peluang di masa depan. Universitas Gresik menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. Pelaksanaan tes wawancara menjadi tahap awal untuk menjaring peserta yang memiliki motivasi, kesiapan, dan komitmen mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Bahasa Mandarin hingga selesai.
Bagi Universitas Gresik, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen untuk membuka ruang kolaborasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan keterampilan dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja. Melalui sinergi antara Universitas Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik, dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik, kegiatan pelatihan diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Semangat yang dibawa dari kegiatan ini sederhana namun penting: meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan generasi muda agar semakin siap memanfaatkan peluang yang hadir di tengah perubahan dunia kerja. Universitas Gresik berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dan pengembangan kompetensi sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Humas Universitas Gresik)