Penulis:

   SUWANTO, S.Pd.,M.Si

Dosen Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Gresik

Sebagai upaya penanganan covid-19, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemedikbud memberikan kepercayaan terhadap 15 mahasiswa Universitas Gresik sebagai duta edukasi perubahan perilaku. Pelaksanaan kegiatan edukasi perubahan perilaku mulai tanggal 19 Oktober sampai akhir Desember 2020 ditempat tinggal mahasiswa, pendidikan, kantor, pasar, komunitas dll. Adapun tujuan pemberian edukasi agar semua orang patuh secara konsisten terhadap protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19, yang sering dikenal dengan istilah 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun). Kepatuhan secara konsisten dalam menjalanakan protokol kesehatan maka dapat memutus rantai virus covid-19. Selain melaksanakan edukasi mahasiswa juga membagikan alat kesehatan pelindung diri (APD) seperti masker, face shield, hand sanitizer .dan suplemen kesehatan, melalui pembagian APD merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat agar terhindar adanya covid-19.

Sebelum mahasiswa terjun di lapangan mahasiswa telah dibekali materi oleh Dirjen Dikti Kemendikbud secara virtual mulai dari sisi substansi edukasi, strategi edukasi, hingga strategi komunikasi yang efektif agar pemberian edukasi kepada masyarakat menjadi tepat sasaran. Selain pembekalan dari Dirjen Dikti Kemendikbud, dosen pembimbing lapangan (DPL) Universitas Gresik yaitu Bapak Suwanto, S.Pd.,M.Si juga memberikan pembekalan tentang pengetahuan dasar covid-19. Covid adalah virus genom RNA indra-positif non segmen yang dikelilingi oleh sebuah amplop yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan pencernaan pada manusia dan hewan. Infeksi virus ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan, demam tinggi, sesak napas, batuk kering. Masa inkubasi antara 2-14 hari dari Covid-19, virus Covid-19 memiliki tingkat virulensi yang tinggi, namun kesamaan gejala awal virus Covid-19 dengan gejala flu biasa sering kali menyebabkan masyarakat mengabaikan gejala tersebut. Sehingga menyebabkan peningkatan kasus yang cukup signifikan.

Penularan virus Covid-19 dapat terjadi dari manusia ke manusia, dan diperkirakan menyebar melalui droplet dari batuk atau bersin. Kemampuan virus Covid-19 untuk melakukan transmisi antar manusia membuat penyebarannya sulit dikendalikan. Penyebaran virus dari manusia ke manusia terjadi karena kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, terkena dari batuk, bersin, tetesan pernafasan atau aerosol, aerosol ini dapat menembus tubuh manusia seperti paru-paru melalui inhala, hidung atau mulut. Selain memberikan pembekalan materi pengetahuan dasar covid-19, dosen membimbing mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan edukasi, membuat laporan kegiatan setiap bulannya, dan melaporkan hasil kegiatan edukasi melalui aplikasi perubahan perilaku.

Pada bulan Desember tim duta 25 Propinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan monitoring evaluasi di Kabupaten Gresik. Adapun tujuan monitoring evaluasi memantau hasil kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menjalankan edukasi perubahan perilaku, monitoring evaluasi dilakukan dengan memeriksa laporan kegiatan setiap bulannya yang telah dibuat oleh mahasiswa dan juga mencocokan antara laporan yang telah dibuat dengan dokumen yang telah diunggah di aplikasi perubahan perilaku, selain itu pemaparan hasil kegiatan edukasi perubahan perilaku terhadap perwakilan mahasiswa, serta tindak lanjut kegiatan yang sudah dilakukan apakah  setelah dilakukan edukasi perubahah perilaku masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan atau tidak, berdasarkan pemaparan dari perwakilan mahasiswa masyarakat sudah terlihat patuh terhadap protokol kesehatan hal ini dapat dibuktikan bahwa masyarakat ketika keluar rumah menggunakan masker, serta menerapkan protokol kesehatan dilingkungan tempat tinggal. yaitu dengan cara menyediakan hand sanitizer, mensterilkan tempat dengan disinfektan, dan menyediakan tempat cuci tangan didepan rumah. Berikut dokumen hasil kegiatan edukasi perubahan perilaku.